Gejala Kanker Payudara Stadium 3

kanker-payudara-stadium-3Gejala Kanker Payudara Stadium 3 merupakan kelanjutan dari kanker payudara stadium 1 dan kanker payudara stadium 2. Kanker Payudara Stadium 3 merupakan fase dimana sel-sel kanker dalam tubuh semakin ganas dan mengerikan. Pada tahap stadium ini, sel kanker sudah semakin berkembang ke bagian tubuh lainnya di sekitar payudara. Kanker Payudara Stadium 3 ini, merupakan fase dimana kanker akan semakin sulit untuk ditangani dan juga peluang sembuh total yang sangat tipis. Bila kanker payudara telah mencapai stadium 3 ini tidak segera disembuhkan, maka sel kanker ini akan semakin berkembang, meluas dan akan menjadi lebih ganas.

Gejala Kanker Payudara Stadium 3

Gejala dan ciri-ciri kanker payudara stadium 3 ini merupakan perkembangan dari kanker stadium sebelumnya, yaitu stadium 1 dan kanker payudara stadium 2. Pada Kanker Payudara Stadium 3 si penderita tidak bisa menunda pengobatan lagi. Gejala yang terjadi pada Kanker Payudara Stadium 3, yaitu :

  • Terdapat benjolan yang berdiameter lebih dari 5cm.
  • Gelenjar getah bening sudah mulai terinfeksi sel kanker payudara.
  • Sel-sel kanker sudah melekat pada kulit payudara.
  • Warna kulit payudara berubah menjadi kemerahan.
  • Kulit payudara mengerut.
  • Terdapat proses peradangan pada kulit payudara.
  • Terdapat luka yang tidak kunjung sembuh dan mulai bernanah.

Kanker payudara dapat tumbuh dimana saja pada kelenjar mammae. Tumor biasanya dikelompokkan berdasarkan asal selnya : lobular dan duktal. Karsinoma duktal mencakup 85% kanker payudara dan dapat besifat nonivansif (intraduktal) maupun infiltratif. Karsinoma duktal yang secara histologis ditemukan pada membran basal duktus disebut karsinoma intraduktal atau karsinoma duktal in situ (ductal carcinoma in situ, DCIS). DCIS diperkirakan merupakan lesi prekursor untuk terjadinya karsinoma invasif. Setidaknya 33% lesi ini akan berkanjut menjadi kanker yang invasif dalam 5 tahun. Baca Juga Penyebab Kanker Payudara Stadium 3.

Setelah membran basal duktusu tertembus, maka telah terjadi karsinoma invasif. Tip karsinoma invsif yang paling banyak adalah karsinoma duktal (tidak ada jenis tertentu) yang mencakup 79% dari seluruh karsinoma invasif. Jenis terbanyak berikutnya adalah karsinoma lobular. Lesi ini berkembang dari duktus terminal pada alveoli dan mencakup sekitar 10% kanker payudara invasif. Jenis karsinoma infiltratif yang lebih jarang adalah karsinoma meduler, karsinoma musinosa (koloid) dan penyakit paget. Penyakit paget merupakan subtipe khusus dari karsinoma duktal infiltratif yang berlokasi pada duktus laktiferus utama. Pada penyakit paget terjadi perubahan eksematosa pada puting dan aerola duktus yang terkena. Perubahan kulit menjadi tanda utama pada penyakit ini walaupun kanker telah bekembang beberapa jam.

Baca Juga: Pengobatan Kanker Payudara

Kanker payudara bermetastasis pertama kali ke kelenjar limfe aksila regional. Lokasi metastasis jauh yang paling sering adalah tulang, hati, paru, pleura dan otak. Pasien-pasien dengan riwayat kelenjar aksila negatif memiliki kemungkinan bertahan hidup jauh lebih baik dibandingkan pasien dengan kelenjar aksila positif. Prognosis akhir penyakit ini sangat bergantung pada ukuran tumor, jumlah kelenjar limfe yang terlibat, dan ada atau tidaknya invasi limfovaskular (lymphovascular invasion, LVI).

Terapi kanker payudara invasif biasanya multimodlitas, namun sangat bergantung pada tahap penyakit saat didiagnosis. Pilihan operasi meliputi mastektomi radikal yang dimodifikasi atau lumpektomi dengan radiasi lokal. Diseksi kelenjar limfe aksila ipsilateral juga umum dilakukan. Wanita dengan kelenjar limfe positif biasanya mendapatkan tambahan kemoterapi antineoplastik. Mereka dengan kelenjar limfe negatif akan mendapatkan kemoterapi ajuvan jika memiliki tumor proimer yang besar atau terdapat LVI, karena keduanya menandakan adnaya risiko rekurensi tumor yang tinggi. Tamoksifen merupakan obat dengan sifat estrogenik dan antiestrogenik. Obat ini merupakan terapi endokrin yang paling banyak digunakan untuk kanker payudara. Sebelum melakukan terapi endokrin, penting untuk mengetahui status reseptor estrogen dan progesteron pada tumor karena hanya tumor dengan reseptor yang positif yang diperkirakan dapat merespons obat-obatan seperti tamoksifen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *